Sebelum memutuskan untuk ber-virtual office ada beberapa pertimbangan penting yang perlu kita check list.
STATUS FREELANCER
Belum banyak perusahaan yang menerapkan virtual office (memungkinkan pegawainya untuk bekerja dari rumah dan hanya bertemu beberapa kali tiap minggu untuk meeting). Tapi nyatanya banyak profesi yang memungkinkan kita enggak terikat dengan jam kantor, yaitu dengan menjadi freelancer. Bisa kerja di mana aja, deh!
SIAPAPUN BISA
Upss, tapi enggak menutup kemungkinan bagi para pegawai tetap untuk punya kantor "lain". Asal perusahaan menginginkan, atau bikin strategi supaya enggak ketahuan, hehe.. Untuk amannya, cari bidang yang berbeda dari profesi sekarang. Misalnya, kita bekerja di bagian keuangan dan punya hobi fotografi, coba deh memanfaatkan waktu luang untuk menjadi fotografer freelance dan dapat penghasilan tambahan.
PUNYA BANYAK KANTOR
Walau bukan pegawai tetap, sebagai freelancer kita bisa memiliki beberapa pekerjaan sekaligus di kantor yang berbeda. Asyiknya, status ini membuat kita tak dituntut untuk berada di kantor alias bisa bekerja di mana saja. Walau harus ngantor, biasanya tidak terikat jam kerja 9 to 5. Hasil pekerjaan bisa kita berikan langsung atau lewat virtual office seperti email atau dropbox.
BASED ON TRUST
Bila kita mengambil beberapa proyek sekaligus, usahakan tidak keteteran. Sebab kepercayaan adalah hal mutlak yang perlu dijaga oleh seorang freelancer, mulai dari ketepatan deadline, kelancaran komunikasi, hingga hubungan baik. Bila klien senang, kantong pun tenang, hehe..
PEKERJAAN SESUAI PASSION
Banyak kok perusahaan yang membutuhkan jasa freelancer, mulai dari penulis, web desainer, keuangan, dan apa pun yang sesuai dengan minat kita. Mendapatkannya tak sulit asal kita memang kompeten di bidang tersebut. Karena kita sendiri yang "membuka" lapangan kerja, maka perluaslah networking dan rajin-rajinlah mencari informasi pekerjaan. Salah satu caranya kita bisa bergabung dengan komunitas freelancer.
GAJI BESAR
Semakin banyak proyek semakin seru. Dengan begitu sumber pendapatan juga semakin banyak. Belum lagi, status freelancer yang tak memiliki jaminan layaknya karyawan tetap membuat honor yang diterima jauh lebih besar. Nah, sebelum menerima tawaran, sebaiknya cermati dulu isi kontrak kerja. Apa saja yang menjadi kewajiban dan hak, seperti kapan harus meeting, sistem pembayaran dan lainnya.
BANYAK PELUANG
Anda bisa mulai mencari pekerjaan "sampingan" dari teman dekat. Misalnya, ada teman yang bekerja di majalah atau perusahaan advertising, kita bisa apply untuk nyambi sebagai fotografer, penulis, dan lainnya. Intinya sih maju tak gentar mencari peluang. Semakin kenal, semakin gampang dapat tawaran. So, jaga hubungan baik dengan siapapun ya.
BEBAS LIBURAN
Sedang jenuh kerja, freelancer bisa saja memutuskan break dan tidak menerima proyek. Beda dengan pegawai kantoran yang harus pakai jatah cuti dan dapat izin dari bos. Namun harus dipastikan kalau keuangan sudah aman untuk beberapa waktu kedepan dan pastikan sudah ada proyek menanti usai liburan.
JALAN-JALAN
Di samping punya pekerjaan tetap, saat ini banyak yang memanfaatkan hobi untuk tambah uang jajan. Misalnya, bila punya hobi travelling, anda bisa menjual tulisan dan foto untuk rubrik travelling di majalah. Walau bisa bekerja di mana saja, tak semua freelancer bisa bekerja di rumah.
"As long as you've got passion, faith and are willing to work hard, you can do anything you want in this life" - Unknown
Sumber: CHIC MAGZ 134. 6 - 20 FEB 2013


No comments:
Post a Comment